Minggu, 01 Juli 2012

Presiden Urakan?


TIDUR: Gus Dur saat jadi
Presiden
Menarik ketika menyaksikan acara televisi, tanpa disengaja menemukan salah satu chanel yang tengah membahas permasalahan Negara. Memang cukup membosankan menyaksikan para elite poitik berdebat soal siapa yang benar dan siapa yang harus disalahkan dalam permasalahan Negara yang cukup kompleks dan tak kunjung terselesaikan ini. Tak ada bukti konkrit dari perdebatan itu yang benar-benar membuat masyarakat tersenyum bahagia. Secara telanjang terlihat bahwa mereka adalah elite politik yang dipenuhi simbol kemunafikan dan tak becus mengurusi negara, yang dikejar hanyalah kepentingan kelompok mereka saja. Tak pernah lelah mulutnya terus saja berusaha mengeluarkan rangkaian kata sediplomatis mungkin untuk membela diri atau kelompoknya dan menyerang kelompok lain yang dianggap sebagai rival. Berusaha menunjukkan kepada masyarakat bahwa mereka yang paling benar dan layak untuk menerima simpati masyarakat. Entah mereka sadari atau tidak bahwa permainan mereka sebenarnya harus untuk membahagiakan semua masyarakat yang bernapas di Negara Republik Indonesia.

Lalu menariknya apa dari acara perdebatan di televisi itu? Sosok Sudjiwo Tedjo yang katanya seorang budayawan itu. Ketika mendapatkan kesempatan untuk berbicara, beliau secara ngawur berpendapat bahwa Negara kita ini tidak layak dipimpin oleh sosok yang terlihat sok baik, santun, rapi dan sejenisnya, karena sosok seperti itu dipenuhi dengan kemunafikan. Munafik karena apa yang ditampilkan tidak sesuai dengan apa yang dilakukan. Negara kita lebih pantas dipimpin oleh sosok yang urakan! Berikut dijelaskan rasionalisasinya. Cukup inspiratif dan benar! Kini telah kusadari bahwa saya mempunyai kawan yang berani berteriak di tengah – tengah orang munafik bahwa orang urakan lebih pantas untuk memimpin Negara ini. 

Lihatlah kawan orang – orang di sekitarmu, cukup lihai bermain sandiwara. Berpenampilan menarik dan rapi agar dilihat orang lain sesuai dengan penampilannya. Seakan penampilan hal yang paling penting untuk diperhatikan. Ya, memang begitulah kebenarannya. Berpenampilan baik dapat menumbuhkan citra yang baik. Keberhasilan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden Republik Indonesia menegaskan bahwa masyarakat Indonesia telah terperangkap oleh penampilan yang sebenarnya tidak lebih penting daripada action. Penampilan mencerminkan kepribadian? Nonsens! Namun, harus diakui bahwa orang urakan yang tidak memperhatikan penampilan akan dianggap sebagai sampah oleh orang-orang yang seharusnya menjadi sampah, karena tidak ada sampah yang menarik, jika menarik maka tidak akan menjadi sampah. 

Orang urakan saat ini identik dengan sebutan sampah, karena sekilas tidak ada sesuatu yang menarik yang bisa diambil oleh orang-orang yang diselimuti citra. Orang urakan tidak pantas disebut sampah apabila ada sesuatu yang menarik dari mereka. Menarik karena mereka berbeda, karena menolak sistem yang mengekang dengan berbagai peraturan yang apabila ditarik benang merahnya tidak jauh-jauh dari persoalan penampilan, karena mereka masih mempunyai prinsip yang tidak dipunyai oleh orang-orang yang berpenampilan menarik untuk mengejar citra sehingga memaksa mereka untuk munafik, karena sebenarnya lebih penting action daripada citra. Apabila benar-benar tidak ada yang menarik dari orang urakan, maka memang sepantasnya mereka disebut sebagai sampah. Sekarang tinggal dipilih saja, untuk mengatasi berbagai persoalan Negara gagal ini apakah lebih penting action ataukah hanya sekedar citra? Apabila lebih penting action maka tidak ada alasan untuk tidak menolak orang-orang urakan menjadi Presiden, apabila lebih penting citra maka berpenampilanlah sebaik mungkin agar dilihat orang sebagai orang baik-baik.

1 komentar:

Ayu Rizki mengatakan...

saya suka tulisan nya :)
jujur mainset org indonesia memang seperti ini.. semua di lihat dari penampilan terlebih dahulu, jangan kan org - org besar yang ingin membuat image baik dengan berpenampilan menarik, di sekitar kita aja banyak banget org - org yang mengangap yang berpenampilan rapi ke kantorlah yang sukses dengan menjadi pegawai yang memakai kemeja atau jas tiap ke kantor. padahalkan belum tentuu, ada juga mereka yang sukses dengan tidak mengandalkan pakaian formal atau berpenampilan rapi justru mereka lah orang - orang yang mengandalkan action, para seniman, musisi dan lain - lain juga bisa sukses kan :)

Posting Komentar

lugaswicaksono.blogspot.com
 
;